PENDEKATAN BERBASIS TEKS (GENRE-BASED APPROACH) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH
Oleh: Didik Junaidi
Pendahuluan
Pembelajaran
bahasa Arab di madrasah memegang peranan penting dalam membekali siswa dengan
kemampuan berbahasa yang terintegrasi. Bahasa Arab tidak hanya diajarkan
sebagai bahasa agama, tetapi juga sebagai sarana komunikasi yang mencakup
keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam praktiknya,
banyak guru menghadapi tantangan dalam memilih metode yang mampu mengakomodasi
kebutuhan siswa secara efektif dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang
mulai mendapatkan perhatian dalam pembelajaran bahasa Arab adalah Pendekatan
Berbasis Teks (Genre-Based Approach).
Pendekatan
Berbasis Teks memiliki keunggulan utama dalam mengintegrasikan pembelajaran
bahasa dengan konteks nyata. Pendekatan ini membantu siswa memahami bagaimana
bahasa digunakan dalam berbagai situasi komunikasi melalui model teks yang
otentik. Selain itu, pendekatan ini memberikan kerangka pembelajaran yang
sistematis, dimulai dari eksplorasi pengetahuan awal siswa, analisis model
teks, hingga produksi teks secara mandiri. Dengan demikian, pendekatan ini
tidak hanya meningkatkan kompetensi linguistik siswa, tetapi juga kemampuan
mereka dalam menggunakan bahasa secara fungsional.
Dalam
pembelajaran bahasa Arab di madrasah, pendekatan ini memiliki implikasi yang
signifikan. Dengan menggunakan Pendekatan Berbasis Teks, guru dapat merancang
pembelajaran yang lebih menarik dan relevan, misalnya dengan menyajikan
teks-teks berbahasa Arab yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa,
seperti dialog di pasar, surat formal, atau cerita pendek. Pendekatan ini juga
mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, dari
memahami hingga memproduksi teks. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan di
madrasah untuk membentuk siswa yang tidak hanya kompeten secara akademik,
tetapi juga mampu menerapkan ilmunya dalam kehidupan.
Melihat
keunggulan dan manfaatnya, Pendekatan Berbasis Teks direkomendasikan sebagai
strategi pembelajaran yang inovatif dalam mengajar bahasa Arab di madrasah.
Guru perlu diberikan pelatihan dan panduan untuk mengimplementasikan pendekatan
ini secara efektif, sehingga hasilnya dapat memberikan dampak yang signifikan
pada peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan penerapan yang tepat, pendekatan
ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan
pembelajaran bahasa Arab yang lebih kontekstual, fungsional, dan menarik bagi
siswa.
Kajian Teori Pendekatan berbasis teks (genre-based
approach)
Pendekatan berbasis teks (genre-based
approach) yakni pembelajaran difokuskan pada teks dalam berbagai moda, baik
lisan, tulisan, visual, audio, maupun multimodal. Tahapan dalam pendekatan
berbasis teks ada empat yaitu:
1. Building
Knowledge of the Field (BKoF): Guru membangun pengetahuan atau latar belakang
pengetahuan peserta didik terhadap topik yang akan ditulis atau dibicarakan.
Pada tahapan ini, guru juga membangun konteks budaya dari teks yang diajarkan.
2. Modelling of the
Text (MoT): Guru memberikan model/contoh teks sebagai acuan bagi peserta didik
dalam menghasilkan karya, baik secara lisan maupun tulisan.
3. Joint
Construction of the Text (JCoT): Guru membimbing peserta didik dan bersama-sama
memproduksi teks.
4. Independent
Construction of the Text (ICoT): Peserta didik memproduksi teks lisan dan
tulisan secara mandiri
Tahapan Penerapan Pendekatan berbasis
teks (genre-based approach).
Tahap Pertama: Building Knowledge of
the Field (BKoF)
Building Knowledge of the Field
(BKoF) adalah tahap
awal dalam pendekatan berbasis genre yang bertujuan untuk membangun pemahaman
awal peserta didik tentang topik atau konteks yang akan dipelajari. Tahap ini
bertujuan agar siswa memiliki pengetahuan dasar yang relevan untuk mendukung
pembelajaran lebih lanjut, sehingga mereka lebih mudah memahami materi utama
dan mampu menghasilkan teks yang sesuai dengan genre yang ditentukan.
Langkah-langkah BKoF dalam
Pembelajaran Bahasa Arab
- Eksplorasi
Topik atau Tema
Guru memperkenalkan tema atau topik yang akan dipelajari, misalnya "Pekerjaan" atau "Berbelanja di Pasar." Topik ini harus dikaitkan dengan pengalaman atau realitas siswa. - Pengenalan
Kosakata dan Struktur Kalimat
Guru mengenalkan kosakata baru yang relevan dengan topik, seperti nama-nama pekerjaan (طبيب, مهندس, معلم) atau ungkapan-ungkapan umum yang digunakan di pasar (كم الثمن؟, أريد أن أشتري). - Penggunaan
Media Pendukung
Guru dapat menggunakan gambar, video, atau teks sederhana dalam bahasa Arab untuk memberikan gambaran awal tentang konteks yang akan dibahas. - Diskusi
Interaktif
Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengeksplorasi pengetahuan awal siswa terkait tema yang diangkat. - Latihan
Pemahaman
Siswa diberi latihan sederhana, seperti mencocokkan gambar dengan kosakata, menjawab pertanyaan dasar, atau mengisi tabel tentang tema tersebut.
Contoh Penerapan BKoF dalam
Pembelajaran Bahasa Arab
Topik: "Berbelanja di Pasar (التسوق
في السوق)"
Langkah-langkah:
- Eksplorasi
Topik:
Guru mengajukan pertanyaan seperti: - "Pernahkah
kalian berbelanja di pasar?"
- "Barang
apa saja yang biasa kalian beli?"
Kemudian, guru menjelaskan bahwa mereka akan mempelajari bahasa yang sering digunakan saat berbelanja di pasar. - Pengenalan
Kosakata dan Frasa:
Guru mengenalkan kosakata, seperti: - Pasar:
السوق
- Harga:
الثمن
- Berat:
الوزن
- Barang:
البضائع
Serta frasa seperti: - "كم الثمن؟" (Berapa harganya?)
- "هل لديك...؟" (Apakah Anda punya...?)
- Penggunaan
Media:
Guru menampilkan video pendek tentang interaksi penjual dan pembeli di pasar tradisional Arab, dilengkapi dengan teks Arab sederhana. - Diskusi:
Guru bertanya kepada siswa: - "Apa
saja yang kalian lihat dalam video?"
- "Kata-kata
apa yang sering diucapkan oleh pembeli dan penjual?"
- Latihan:
Siswa diberi tugas seperti: - Mencocokkan
kosakata dengan gambar barang di pasar.
- Melengkapi
dialog sederhana antara pembeli dan penjual.
Tahap BKoF ini mempersiapkan siswa
untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu Modelling of the Text (MOT), di
mana mereka akan mempelajari teks atau dialog lebih rinci dan spesifik sesuai
genre.
Tahap Kedua : Modelling of the Text
(MOT)
Modelling of the Text (MOT) adalah tahap kedua dalam pendekatan
berbasis genre. Pada tahap ini, siswa diperkenalkan dengan model teks yang
sesuai dengan genre yang sedang dipelajari. Tujuan utamanya adalah untuk
membantu siswa memahami struktur, ciri-ciri bahasa, dan penggunaan teks
tersebut sehingga mereka dapat mengaplikasikannya pada tahap produksi teks di
kemudian hari.
Langkah-langkah dalam Modelling of
the Text
- Memperkenalkan
Model Teks
Guru menyajikan teks otentik atau teks yang telah disesuaikan dengan kemampuan siswa. Teks ini berfungsi sebagai contoh dari genre tertentu. - Analisis
Struktur Teks
Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi struktur teks, seperti orientasi, isi utama, dan penutup dalam sebuah teks naratif, atau tujuan, isi, dan kesimpulan dalam teks deskriptif. - Analisis
Bahasa
Guru membantu siswa mengenali ciri-ciri kebahasaan dalam teks, seperti kosakata, ungkapan, dan pola kalimat yang sering digunakan dalam genre tersebut. - Diskusi
Interaktif
Guru dan siswa mendiskusikan isi teks, termasuk makna, tujuan, dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari. - Latihan
Pemahaman
Siswa diberi latihan berbasis teks, seperti menjawab pertanyaan, melengkapi teks, atau mencocokkan bagian teks dengan fungsinya.
Contoh Penerapan Modelling of the
Text dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Topik: "Berbelanja di Pasar (التسوق
في السوق)"
Genre: Dialog Interaktif
- Memperkenalkan
Model Teks:
Guru memberikan teks dialog antara pembeli dan penjual:
النص:
المشتري : السلام
عليكم.
البائع: وعليكم السلام. أهلاً وسهلاً.
المشتري: كم سعر الكيلو من التفاح؟
البائع: عشرة ريالات للكيلو.
المشتري: حسناً، أريد كيلوغراماً واحداً.
البائع: تفضل، هل تريد شيئاً آخر؟
المشتري: لا، شكراً.
- Analisis
Struktur Teks:
Guru membantu siswa memahami bagian-bagian dialog: - Pembukaan
(السلام
عليكم): Sapaan untuk memulai percakapan.
- Isi
(كم
سعر...؟): Pertanyaan tentang harga dan permintaan pembelian.
- Penutup
(شكراً): Penutup setelah transaksi
selesai.
- Analisis
Bahasa:
Guru mengarahkan siswa untuk: - Mengenali
kosakata penting, seperti التفاح (apel), سعر (harga), كيلو (kilogram).
- Memahami
pola kalimat, seperti pertanyaan menggunakan "كم" dan perintah menggunakan
"تفضل".
- Diskusi
Interaktif:
Guru bertanya: - "Apa
yang ditanyakan pembeli kepada penjual?"
- "Bagaimana
cara sopan menolak tawaran tambahan dari penjual?"
- Latihan
Pemahaman:
- Latihan
Pilihan Ganda:
Siswa memilih arti kata atau frasa dalam teks.
- Latihan
Melengkapi Dialog: Siswa melengkapi dialog dengan kata-kata yang tepat.
Tahap MOT ini mempersiapkan siswa
untuk berlatih menghasilkan teks mereka sendiri pada tahap berikutnya, yaitu
Joint Construction of the Text (JCOT).
Tahap Ketiga: Joint Construction of
the Text (JCOT)
Joint Construction of the Text (JCOT) adalah tahap ketiga dalam pendekatan
berbasis genre. Pada tahap ini, siswa bekerja secara kolaboratif dengan bantuan
guru untuk membangun teks dalam genre tertentu. Tahap ini bertujuan untuk
memperkuat pemahaman siswa tentang struktur dan ciri-ciri bahasa dari teks yang
dipelajari, sekaligus melatih kemampuan mereka memproduksi teks secara
bertahap.
Langkah-langkah dalam Joint
Construction of the Text
- Diskusi
Awal
Guru memulai dengan diskusi untuk mengingatkan kembali tentang struktur dan ciri-ciri teks yang telah dipelajari. - Penyusunan
Teks Secara Bersama-sama
Guru membimbing siswa untuk menyusun teks secara kolaboratif. Guru dapat memberikan kerangka teks atau panduan untuk mempermudah siswa. - Pemilihan
dan Penyusunan Kalimat
Siswa diminta menyumbangkan ide, memilih kosakata, dan menyusun kalimat. Guru memberikan masukan dan memperbaiki jika diperlukan. - Revisi
Teks
Guru dan siswa bersama-sama merevisi teks yang dihasilkan untuk memastikan struktur dan bahasanya sesuai dengan genre. - Latihan
Ulang
Guru dapat memberikan contoh situasi lain untuk dipecahkan siswa sebagai latihan tambahan dalam kelompok kecil.
Contoh Penerapan Joint Construction
of the Text dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Topik: "Berbelanja di Pasar (التسوق
في السوق)"
Genre: Dialog Interaktif
- Diskusi
Awal:
Guru mengajukan pertanyaan untuk mengingatkan struktur dialog: - "Bagaimana
cara membuka percakapan di pasar?"
- "Apa
yang biasanya ditanyakan pembeli kepada penjual?"
- Penyusunan
Teks Secara Bersama-sama:
Guru memberikan situasi: "Siswa diminta membuat dialog antara pembeli dan penjual yang sedang membeli sayur-sayuran." Guru membantu menyusun kerangka: - Pembukaan: Sapaan dan ucapan selamat.
- Isi: Pertanyaan tentang harga,
berat, dan permintaan barang.
- Penutup: Ucapan terima kasih.
Bersama-sama, siswa dan guru menyusun
dialog:
المشتري: السلام عليكم، كيف حالك؟
البائع: وعليكم السلام، أنا بخير، ماذا تريد؟
المشتري: كم سعر الكيلو من الطماطم؟
البائع: خمسة ريالات للكيلو.
المشتري: أريد اثنين كيلوغراماً.
البائع: تفضل، هل تريد شيئاً آخر؟
المشتري: لا، شكراً.
- Pemilihan
dan Penyusunan Kalimat:
Guru meminta siswa memberikan ide tentang barang lain yang mungkin dibeli. Siswa menambahkan kalimat baru dengan bimbingan guru, misalnya menambahkan percakapan tentang membeli bawang putih. - Revisi
Teks:
Guru dan siswa bersama-sama membaca ulang dialog, memperbaiki jika ada kesalahan tata bahasa atau struktur kalimat. - Latihan
Ulang:
Guru memberikan situasi baru: "Dialog tentang membeli buah-buahan." Siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menyusun dialog serupa, misalnya membeli jeruk dan pisang.
Tahap JCOT ini bertujuan untuk
membangun kepercayaan diri siswa sebelum mereka melanjutkan ke tahap
berikutnya, yaitu Independent Construction of the Text (ICOT), di mana mereka
akan menghasilkan teks secara mandiri.
Tahap Keempat: Independent
Construction of the Text (ICOT)
Independent Construction of the Text
(ICOT) adalah tahap
terakhir dalam pendekatan berbasis genre. Pada tahap ini, siswa secara mandiri
menghasilkan teks sesuai dengan genre yang telah dipelajari. Tahap ini
bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa memahami dan mampu mengaplikasikan
struktur, ciri-ciri bahasa, serta kosakata yang telah dipelajari sebelumnya
tanpa bantuan langsung dari guru.
Langkah-langkah dalam Independent
Construction of the Text
- Instruksi
Tugas
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat teks berdasarkan genre yang telah dipelajari. Instruksi harus jelas dan spesifik mengenai tujuan teks, struktur, serta konteksnya. - Penyusunan
Teks Secara Mandiri
Siswa bekerja secara individu untuk menyusun teks sesuai dengan instruksi yang diberikan. - Penyuntingan
dan Revisi Mandiri
Siswa diminta untuk membaca ulang teks yang mereka buat, memeriksa kesalahan, dan memperbaikinya secara mandiri. - Presentasi
atau Penilaian
Siswa mempresentasikan hasil teks mereka atau menyerahkannya untuk dinilai oleh guru.
Contoh Penerapan Independent
Construction of the Text dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Topik: "Berbelanja di Pasar (التسوق
في السوق)"
Genre: Dialog Interaktif
- Instruksi
Tugas:
Guru memberikan tugas berikut: - Buatlah
dialog antara pembeli dan penjual di pasar dalam bahasa Arab.
- Dialog
harus terdiri dari setidaknya 5 baris percakapan, meliputi
pembukaan, isi (pertanyaan tentang harga atau permintaan barang), dan
penutup.
- Gunakan
kosakata yang telah dipelajari, seperti barang-barang, harga, dan satuan
berat.
- Penyusunan
Teks Secara Mandiri:
Siswa mulai menyusun teks mereka sendiri, misalnya:
النص:
المشتري: السلام عليكم، هل لديك الموز؟
البائع: نعم، لدينا. كم تريد؟
المشتري: أريد كيلوغراماً واحداً. كم الثمن؟
البائع: خمسة ريالات.
المشتري: حسناً، تفضل المال.
البائع: شكراً، هل تريد شيئاً آخر؟
المشتري: لا، شكراً.
- Penyuntingan
dan Revisi Mandiri:
Siswa membaca ulang teks mereka, memeriksa tata bahasa, ejaan, dan struktur dialog untuk memastikan kebenarannya. - Presentasi
atau Penilaian:
- Pilihan
A: Siswa
memerankan dialog di depan kelas secara bergantian untuk melatih
pelafalan dan kefasihan.
- Pilihan
B: Siswa
menyerahkan teks mereka kepada guru untuk mendapatkan umpan balik
tertulis.
Manfaat Tahap ICOT
- Melatih
kemandirian siswa dalam menggunakan bahasa Arab sesuai konteks.
- Mengukur
kemampuan siswa dalam memahami dan mengaplikasikan ciri-ciri genre.
- Memberikan
siswa rasa percaya diri dalam menghasilkan teks autentik.
Tahap ICOT ini menutup
siklus pembelajaran berbasis genre, membantu siswa menginternalisasi proses dan
keterampilan yang relevan untuk digunakan dalam konteks kehidupan nyata.
Penutup
1.
Kesimpulan
Pendekatan Berbasis Teks (Genre-Based Approach) adalah strategi pembelajaran
yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan
bahasa Arab secara kontekstual dan fungsional. Pendekatan ini menawarkan proses
pembelajaran yang sistematis melalui tahap-tahap eksplorasi, analisis,
kolaborasi, hingga produksi teks mandiri. Dengan penerapan pendekatan ini,
siswa di madrasah dapat lebih terampil dalam menguasai bahasa Arab, tidak hanya
secara teori tetapi juga dalam praktik kehidupan nyata.
2.
Saran
·
Kepala madrasah perlu memberikan perhatian pada
pengembangan kompetensi guru dengan mengadakan pelatihan atau workshop terkait
Pendekatan Berbasis Teks.
·
Guru disarankan untuk mengintegrasikan pendekatan ini
dalam proses pembelajaran, dengan mengadaptasi materi sesuai dengan kebutuhan
dan karakteristik siswa.
·
Orang tua dan masyarakat dapat berkontribusi dengan
menciptakan lingkungan yang mendukung siswa untuk mempraktikkan bahasa Arab,
seperti diskusi ringan atau aktivitas kreatif berbasis bahasa Arab.
3.
Rekomendasi
Madrasah diharapkan menjadikan Pendekatan Berbasis Teks sebagai bagian dari
strategi pembelajaran bahasa Arab secara resmi. Hal ini dapat diwujudkan
melalui:
·
Pengintegrasian pendekatan ini ke dalam kurikulum
bahasa Arab.
·
Penyediaan sumber belajar berbasis teks yang relevan
dan menarik.
·
Peningkatan kolaborasi antara guru, siswa, orang tua,
dan stakeholder lain untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif.
Dengan dukungan semua pihak, pendekatan
ini dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
bahasa Arab di madrasah secara signifikan.
